6 PASANGAN TAK RESMI Terjaring Operasi Pekat
PASANGAN TAK RESMI--Sebanyak enam pasangan tak resmi terjaring razia tim Satuan Sabhara Polres Sragen dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di Hotel Sukowati, Pilangsari, Jumat (8/6/2012). (Tri Rahayu/JIBI/SOLOPOS)
SRAGEN–Sebanyak enam pasangan tak resmi terjaring
dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Tim Satuan
Sabhara Polres Sragen di Hotel Sukowati Pilangsari, Sragen, Jumat
(8/6/2012).
Operasi pekat tersebut digelar secara insidental di sejumlah titik
rawan terjadi tindak kejahatan susila. Belasan personel Satuan Sabhara
menyisir Hotel Sukowati. Mereka menggeledah semua kamar yang tertutup
di hotel yang terletak di jalan ring road utara itu. Penggeledahan
dilakukan dengan cara santun, yakni dengan mengetuk pintu kamar satu
per satu. Sejumlah pasangan tak resmi segera berbenah mengenakan
pakaian saat mengetahui ada polisi datang.
Masing-masing pasangan gelap itu dimintai kartu identitas, berupa
kartu tanda penduduk (KTP) atau surat izin mengemudi (SIM). Mereka
berasal dari daerah di wilayah Sragen, seperti Kedawung, Gondang,
Masaran, Sidoharjo dan hanya satu pasangan yang berasal dari Kabupaten
Ngawi, Jawa Timur.
Semua orang yang terjaring razia operasi pekat selanjutnya dimintai
keterangan satu per satu di Polres Sragen. Mereka diminta membuat
surat pernyataan yang isinya tidak mengulangi perbuatan itu. “Kami
memberi pembinaan kepada mereka agar tidak mengulangi perbuatannya.
Mereka didata satu per satu, byname dan byaddress.
Setelah diminta membuat pernyataan, mereka bisa dipulangkan,” tutur
Kasubag Humas, AKP Mulyani, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Susetio
Cahyadi, saat dijumpai wartawan.
Salah satu perempuan yang terjaring razia berinisial T, 38, mengaku
hanya mampir di Hotel Sukowati dengan saudaranya. Dia bersama
pasangannya baru pulang kerja dari Jakarta. “Biasanya kami pulang
bersama-sama. Baru kali ini kami mampir di hotel ini untuk beristirahat
karena capek. Saya tak melakukan apa-apa karena masih saudara,” tukas
wanita asal Ngawi, Jatim itu.
Berbeda dengan Tum, 47, seorang janda asal Gondang. Dia mengaku
menjanda selama sembilan tahun dan bermaksud mencari kenalan. “Saya
baru kenal dengan laki-laki itu. Saya baru sekali ini diajak ke hotel,”
pungkas ibu dari empat orang anak ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar